Wednesday, January 18, 2012

TINDUKA-JATAKA No. 177

| Wednesday, January 18, 2012 | 1 comments

“Di sekitar kita semuanya terlihat berdiri” dan sebagainya. ini adalah suatu cerita yang diberitahu oleh master pada jetavana tentang pengetahuan yang sempurna. seperti di mahabodhi kelahiran 1, dan ummagga kelahiran 2, mendengar pengetahuan nya sendiri yang dipuji; terpuji, ia berkata,” bukan ini sekali ketika hanya adalah buddha bijaksana, tetapi bijaksana ia adalah sebelum dan subur dalam semua sumber daya,” dan menceritakan kepada cerita kuno berikut .

pada suatu waktu; sekali peristiwa, kapan Brahmadatta adalah raja di Benares, Bodhisatta dilahirkan sebagai Monyet dan dengan suatu pasukan delapanpuluh ribu monyet dan ia tinggal di himalaya. tidak jauh sekali adalah suatu desa/kampung, kadang-kadang di habited/tempat tinggalnya dan kadang-kadang kosong. Serta dalam tengah-tengah desa/kampung ini  adalah suatu tinduka pohon, dengan buah yang manis, menutup dengan cabang dan ranting. kapan tempat kosong, semua monyet digunakan untuk pergi kesitu dan makan buah itu.

sekali ketika, dalam waktu buah, desa/kampung adalah penuh dengan orang, suatu bambu memagari dengan pancang  memulai itu, dan gerbang menjaga. dan pohon ini [ 77] yang berdiri dengan semua dahan besar nya yang membengkokkan di bawah berat/beban menyangkut buah itu. monyet mulai untuk mengherankan: ” ada seperti buah dan desa/kampung seperti itu, di mana kita dulu mendapatkan buah untuk makan. saya ingin tahu  buah pohon itu di atas nya ada atau tidak, apakah ada orang di sana atau tidak ada” akhirnya mereka mengirim suatu pengintai/pandu menjadi mata-mata. ia menemukan bahwa ada buah pada atas pohon dan desa/kampung dipenuhi dengan orang. kapan monyet mendengar bahwa ada buah pada atas pohon, mereka menentukan untuk mendapatkan buah yang manis itu untuk makan dan bertambah besar berani/kuat, suatu kerumunan di antara mereka pergi dan menceritakan kepada kepala/raja mereka. Kepala/raja bertanya apakah desa/kampung yang penuh atau kosong, penuh mereka berkata.” kemudian kamu harus tidak pergi,” yang dikatakan ia’ sebab laki-laki itu adalah yang sangat curang.”" tetapi, bapak mereka akan pergi pada tengah malam manakala semua orang adalah puasa saat tidur dan kemudian makan! maka perusahaan  cuti, ini tentang yang besar kepala mereka dan turun dari pegunungan dan melayani suatu batu besar yang dekat sampai orang yang dipensiunkan untuk beristirahat dalam pertengahan mengamati manakala orang adalah sudah tidur, mereka memanjat pohon dan mulai menyantap buah

seorang pria harus lebih dulu bangun di waktu malam untuk beberapa tujuan yang perlu  ia pergi ke luar ke dalam desa/kampung dan di sana ia lihat monyet itu. dengan segera ia memberi alarm ke luar orang datang, bersenjata dengan tempat anak panah dan haluan/busur atau memegang sebuah jenis senjata yang muncul, mecucuk/lekat/julurkan atau gumpalan bumi dan mengepung pohon ” kapan dinihari datang,” dipikirkan yang mereka, ” kita mempunyai !” delapan puluh ribu monyet lihat orang ini dan ketakutan terlalu/hingga meninggal. dipikirkan mereka ” tidak ada bantuan sudah kita meminta banruan kepala/raja saja” maka kepadanya/raja mereka datang dan menceriterakan bait yang pertama. ” semua di sekitar kita melihat  posisi, prajurit yang bersenjata dengan haluan/busur dan gemetar, semua di sekitar kita pedang di tangan ada di sana  dapat menyampaikan!”hal ini kepala monyet yang dijawab: ” takutlah bukan manusia mempunyai banyak melakukan. adalah tengah malam sampai pagi sekarang di sana mereka berdiri pemikiran mereka akan membunuhnya]! tetapi kita akan menemukan beberapa  bisnis/rencana lain  untuk merintangi ini businis/rencana mereka punya dan untuk menghibur monyet  ia mengulangi bait yang kedua ” orang/laki-laki sudah banyak hal ke sesuatu akan membubarkan pertemuan melihat apa masih ada sisa untuk kamu makan, buah menuju santapan besar yang sedang dihibur monyet beramai-ramai. jika mereka tidak mempunyai remah-remah/jumlah sedikit kenyamanan ini mereka akan rusak padahal telah menjadi jantung hati mereka dan binasa. kapan besar menjadi telah menghibur monyet ia menangis/berteriak ” memasanglah semua monyet bersama-sama!” tetapi di  pengumpulan mereka ada orang yang mereka tidak bisa menemukan kemenakan laki-laki nya suatu monyet senaka  yang dinamai. sehingga mereka menceritakan kepada dia senaka itu adalah bukan di antara pasukan ” jika senaka bukan sekarang”berkata ia, ” tidaklah punya ketakutan ia akan menemukan suatu jalan/cara untuk membantu kamu.”sekarang pada ketika manakala pasukan yang bepergian, senaka tadinya tertidur. kemudiannya ia bangun dan tidak bisa melihat ada lagi orang sekitar. maka ia mengikuti taksiran mereka dan oleh dan kemenangan tanpa lawan ia lihat semua orang mempercepat atas ” beberapa bahaya untuk pasukan kami” yang dipikirkan ia. kemudian ia menyelidik di suatu gubuk pada atas daerah pinggiran orang cerewet desa/kampung tidur nyenyak di depan suatu berpura-pura dan api tersinari  ia adalah seorang anak desa/kampung mengarah berusaha untuk bidang senaka itu yang yang ditangkap suatu kedudukan dan penghasut yang baik ke cahaya  yang di-set arah asal angin kepada desa/kampung. kemudian melakukan tiap-tiap pria meninggalkan monyet itu yang dipercepat untuk memuaskan api itu. sehingga monyet terbirit-birit pergi dan masing-masing membawa satu buah untuk senaka

1 comments:

Guru Indonesia said...

mohon ijin untuk info mengenai program pendidikan di indonesia.
try out ujian nasional online sd smp dan sma
di link ini ya : try out un online sd smp sma
#terimakasih.

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Post a Comment

 
© Copyright 2010. yourblogname.com . All rights reserved | yourblogname.com is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com - zoomtemplate.com